Untuk seseorang yang sudah kuanggap bagian dari hidupku
"Ya Allah, haruskah kujalani hari-hariku seperti ini? Kehilangan seseorang yang disayang dengan cara terpaksa? Jujur aku tersiksa. Mungkin aku tidaklah lagi berarti baginya. Tapi apa dia tau apa yang aku rasakan? Aku tau dia pasti sangat membenciku. Tapi pernahkah ia mengerti bahwa aku melakukan itu semua demi kebaikannya, demi kebahagiaannya? Ya, selama ini aku kasar. Bahkan itulah caraku agar dia bisa membenciku, menjauhiku, dan melupakanku. Dan karena caraku itulah kini aku semakin merasa hancur.
Ya Allah, aku hanya ingin dia mengerti bahwa jalan hidupnya dan hidupku berbeda.Walaupun aku masih merasakan statusku sebagai adik (angkat) nya. Aku hanya ingin ia mengerti bahwa aku tidak melupakannya semudah yang ia pikirkan, aku tidak membencinya, aku tidak marah padanya, Tetapi aku hanya berpikir bagaimana agar ia bahagia.
Sikap dingin yang kutunjukkan padanya, hanyalah caraku untuk membuatnya benci padaku. Tapi sebenarnya hatiku ingin menangis harus melakukan itu semua. Aku rindu tawanya, aku rindu senyumnya, aku rindu bagaimana dia memarahiku kalau tidak makan, aku rindu semuanya.
Tapi kini, tak pernah lagi ada sapaan darinya, ejekan darinya, cerita darinya, bantuan tugas darinya, dan traktiran darinya /?
Sekarang aku harus mengerti bahwa aku hanyalah masalah baginya. Hanya membuatnya susah dan terbebani.
Yang aku pikirkan saat ini ialah, jika nanti telah sampai pada masa kelulusan sekolah, apakah aku masih tetap menjauhinya? apakah aku masih mengabaikannya? Beruntung jika masuk Sekolah yang sama lagi, kalau tidak? Apakah itu pertemuan terakhir kami? Bisakah aku melaluinya? Aku ingin sekali lagi bisa berjalan berdua dengannya sebelum aku tak bisa lagi terlihat di sudut pandang matanya.
Maafkan aku, yang selama ini mengecewakanmu. Aku hanya ingin bilang, aku benar-benar kehilanganmu."
untuk Abangku tersayang ,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar