Kamis, 27 Februari 2014
Cerpen
Teruntuk : kenangan terindah
‘5412 pens for you’
Raldi dan Lily sudah hampir 3 bulan pacaran. Mereka saling menyayangi, walaupun Lily tak pernah menampakkannya di hadapan Raldi. Teman-teman Raldi selalu berkumpul dengan kekasihnya masing-masing saat jam istirahat. Hanya Raldi yang sendirian. Dia merasa lily tak sepenuhnya menyayangi dirinya lagi. Saat ingin kembali ke kelas, Raldi berpapasan dengan Lily. “Lily, bisa bicara sebentar?” tanya Raldi. Lily hanya mengangguk sambil mengajak Raldi duduk di bangku taman sekolah.
“Ada apa, Ral?” lily bingung
“Kamu sebenernya sayang gak sih sama aku?” ucap Raldi tiba-tiba.
“memang kenapa? Kamu meragukannya?” ,
“aku hanya bingung, kau sama sekali tak punya waktu untukku, jika berpapasan pun kau hanya tersenyum dan menyapaku. Tidakkah kau ingin makan bersamaku di kantin atau membaca buku di perpus bersamaku?” Raldi mengungkapkan semuanya.
“Aku hanya tidak mau mengganggumu, Ral.” Ucap Lily
“Sudah hampir 3 bulan kita bersama, kita hanya pernah jalan-jalan satu kali. Jika kau benar-benar menyayangiku, katakan bahwa kau menyayangiku sekarang. Aku ingin mendengarnya.”,
“kenapa harus sekarang dan disini?”,
“aku bahkan tak pernah mendengar dari mulutmu itu kalau kau memang menyayangiku. Kau hanya selalu memberiku sebuah pena setiap kali pergantian jam pelajaran. Dan kau hanya mengirimiku pesan lewat facebook dan twitter. Kenapa tidak langsung seperti ini saja, lily?” Raldi menekankan suaranya, sehingga membuat lily berlinang air mata.
“maafkan aku...”,
“kalau kau tak menyayangiku lagi, tak apa . aku terima itu, lily” ujar Raldi sambil berjalan meninggalkan Lily seorang diri.
Semenjak itu, lily jadi takut untuk menghubungi Raldi. Jika berpapasan pun Raldi tak menghiraukan kehadiran Lily. Lily semakin sedih. Ditambah seminggu lagi adalah hari jadi mereka yang ketiga. Lily ingin marah saat melihat Raldi dekat-dekat dengan wanita lain, tapi apadaya Raldi pasti sulit menerimanya kembali. Status mereka masih pacaran, namun tak pernah berkomunikasi lagi. Walaupun begitu, Lily selalu memberikan pena setiap pergantian jam pelajaran tiba. Ia menitipnya kepada Tira sahabatnya. Lily selalu mengirimi sms walaupun sms itu tak pernah ada jawaban, selalu mengirimi pesan di facebook ataupun twitter, walaupun tak pernah dilihat oleh Raldi. Dia selalu menyempatkan diri mengirim sms ke Raldi walaupun dgn isi yg sama “Raldi, kamu apa kabar? Jaga kesehatan, jangan lupa sholat dan mengaji ya ”
Raldi tidak percaya lagi dengan lily, setiap kali lily sms ataupun mengirim pesan di facebook, tak pernah ia hiraukan lagi. Namun pena yang diberi lily setiap hari itu tetap dia simpan dalam sebuah kotak khusus.
Suatu saat, Lily tidak masuk sekolah 5 hari berturut-turut. Raldi mencemaskan keadaan lily. Raldi bertanya kepada Tira sahabat lily.
“Ra, lily kemana, kok ga pernah keliatan lagi?” tanya Raldi.
“bukankan ini yang kamu inginkan , Ral? Kau membuangnya sia-sia. Kau menyakiti hatinya.” Tira marah
“Ya aku tau aku salah.”
“Ya karena kesalahan kamu itulah, kamu gak tau kalo Lily dirawat di rumah sakit karena kanker lambungnya semakin parah dan berada di stadium akhir. Dia butuh kamu di masa-masa kayak gini, tapi kamu justru nyakitin dia,Ral!!” Air mata membasahi pipi Tira
Sepulang sekolah, Raldi menyempatkan diri ke rumah sakit dimana Lily dirawat. Di kamar itu ia melihat Lily terbaring lemah dengan infus yang melekat di nadinya dan alat bantu nafasnya. Raldi meneteskan air matanya. Ia tidak sanggup melihat kekasihnya lemah seperti itu. Ia menyesal memarahi Lily tempo hari yang lalu.
Raldi membuka pintu perlahan, jangan sampai lily terbangun. Tapi ternyata lily terbangun juga dan kaget melihat Raldi datang.
“Kapan kamu datang, Ral?” tanya lily dengan senyum khas nya walaupun Raldi tau dia sedang menahan rasa sakitnya.
“aku kangen kamu, makanya aku kesini.” Ujar Raldi
“makasih.” Ucap lily singkat
“oh ya waktu itu aku minta maaf..”
“Aku udah maafin kamu dari jauh-jauh hari kok.”Lily kembali tersenyum.
Setelah lama berbincang, Raldi berpamitan pulang.
“Ly, aku pulang ya. Kamu baik-baik ya disini. Besok aku kesini lagi.” Kata Raldi
Namun tiba-tiba lily menggenggam tangan Raldi seolah-olah ia tak mau Raldi jauh darinya.
“Ada apa ly?” tanya Raldi.
“Aku merindukanmu, Ral :’( “ ucap Lily tersedu-sedu.
“aku juga my sweety lily, daahh” kata raldi sambil melambaikan tangannya,
Keesokan harinya, saat pelajaran ekonomi, Tira mengahampirinya di kelas.
“Ral, Lily pengen ketemu kamu. Dia udah ga kuat.” Ujar Tira.
Saat itu juga Raldi berlari menerobos hujan demi melihat lily. Sesampainya di rumah sakit. Semuanya berkumpul di sekeliling lily, ayah, ibu dan keluarga lily. Tira menyusul dibelakang.
“Lily..kamu harus kuat nak.” Kata ibu lily menyemangati.
“lily, kamu bisa denger aku?” Raldi mulai bersuara.
“Ly, maafin aku yang selama ini nyia-nyiain kamu, aku tau aku salah, kamu adalah wanita terbaik buat aku ly, kamu bunga tercantik di hidupku. Aku sayang banget sama kamu” Raldi menggenggam erat tangan lily.
Akhirnya lily membuka matanya.
“Ral, kamu harus tau... kalau aku ..sss ..aay..aa..nn.g saa ma kka..mu.”
Lily menutup matanya dengan tenang selamanya. Raldi menangis di samping lily.
Setelah pemakaman selesai, Raldi mengambil kotak khusus pena nya. Dilihat dan di hitungnya satu per satu. semuanya ada 5412 pena. Saat ia ingin mengecek salah satu tinta pena yang ia pakai selalu itu, saat dibuka ada secarik kertas membalut tinta itu. Kertas itu berisi :
“RALDI, KAMU TAU?? AKU BENAR-BENAR MENYAYANGIMU”
Setiap pena ia buka, dan semuanya berisi secarik kertas dengan isi yang sama. Dan saat ia buka pena yang ke 5412 (terakhir). Raldi menangis saat membaca isi kertas itu.
“Raldi, hari ini tepat banget 3 bulan kita jadian. Kamu ingat kan? Maafin aku yang belum bisa jadi orang yang selalu ada buat kamu. Aku gak selalu bisa disisi kamu. Aku tak pernah mengucapkan kata sayang kepadamu itu karena aku malu. Aku malu bersanding dengan orang hebat seperti kamu, Ral. Aku selalu mencoba untuk jadi yang terbaik buat kamu, walau aku ga sebaik yang kamu inginkan. Aku senang liat kamu senyum, kamu udah tau kan kenapa aku ngasih pena terus? Karena aku sayang banget sama kamu. Aku ga bisa ngucapinnya langsung. Hanya melalui pena itu lah aku bisa mengatakannya. Ral, aku beruntung kenal orang sebaik kamu. Kamu selalu bisa ngertiin aku, walau aku sering sedih karenamu. Tapi itu semua karena aku ga mau kehilangan kamu. Mungkin saat kamu baca ini, aku udah di alam yang berbeda, Ral. Kamu harus tau, kalo aku sayang sama kamu, Ral. Pake bangeettt.. Happy 3rd annivversary my boy Raldi. I miss you “
Raldi membuka akun facebooknya dan ternyata ada 5412 pesan dari lily dan semuanya dengan isi yang sama :
“RAL, KAMU APA KABAR? JAGA KESEHATAN YA. I LOVE YOU”
Raldi baru sadar, angka 5412 itu cocok sama tanggal jadian mereka. Tgl 5 april 2012. Raldi menyesal, dan kini lily bahagia di alam yang berbeda,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar